29 April 2009

Kreativitas

Rahasia sukses yang tidak kalah pentingnya yaitu, kreativitas!

Apa itu KREATIVITAS?

Saya tidak ingin berteori tentang apa itu kreativitas, cukup lihat analogi di bawah :

Sebatang besi itu harganya US$ 5
Jika Kamu menempa besi itu menjadi sepatu kuda, nilainya meningkat menjadi US$ 10,5
Jika besi itu dibuat jarum, nilainya meningkat menjadi US$ 3.285
Dan jika kamu membuat per (pegas) jam dari besi tersebut maka nilainya menjadi US$ 250.000

Perbedaan antara US$ 5 dengan US$ 250.000 itulah yang
dimaksud dengan kreativitas


Abad ini adalah abad kreativitas. Untuk memenangkan persaingan dalam
segala macam usaha, kunci utamanya adalah kreativitas. John Kao dalam
bukunya “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis” menekankan
perlunya kreativitas dalam berwirausaha.

Jamming memberikan tempat dan wadah bagi wirausahawan untuk memikirkan sesuatu hal yang benar-benar baru. Dengan melakukan
jamming, wirausahawan dapat menciptakan ide-ide kreatif yang bermanfaat
dalam pengembangan usahanya. Ia dapat bermain dengan imajinasinya
bersama teman-teman seprofesi atau lain profesi untuk memikirkan dan
membicarakan ide-ide kreatif, dan kemudian melahirkan inovasi-inovasi
baru. Sebab, keterpakuan wirausahawan dalam melakukan kegiatannya
ternyata dapat menghancurkan usaha. Rutinitas dan batasan-batasan yang
memblokade kegiatan usaha tidak memberikan apa-apa selain kemunduran
usaha itu sendiri.

Manajemen kreativitas bukan berarti melepaskan segala hal yang sudah ada, namun membentuk suatu hal baru untuk dikembangkan kedalam kegiatan usaha yang sudah ada. Perusahaan sekelas Intel, selalu membuat
penghancuran produk-produk lama mereka. Lalu mereka mengganti dengan produk baru yang dilahirkan sebagai hasil dari pemikiran kreatif.
Perusahaan Unilever, yang memproduksi produk perlengkapan mandi, selalu muncul dengan hal-hal baru. Produk lama mereka selalu dihancurkan oleh produk baru yang lebih inovatif.

Mengapa terpaku dalam bentuk usaha yang terjerumus dalam sistem
kemapanan yang membelenggu kelahiran hal-hal kreatif?

Mengapa tidak mencoba memikirkan hal-hal menantang yang belum
terpikirkan sebelumnya?

Bukankah definisi seorang wirausahawan adalah seseorang yang senang
dengan berbagai macam tantangan dan memanfaatkan peluang untuk
berpikir kreatif dalam menjawab tantangan yang dihadapinya tersebut?

Segitiga Sukses Kehidupan

Ada sbuah true story tentang perjalanan seorang eksekutif. Awalnya ia adalah seorang direktur di sebuah perusahaan multinasional. Karier dan kedudukannya terhormat meski ia bukan seorang pemimpin puncak. Tapi, ketika ada pergantian pemegang saham, yang ternyata tidak begitu menyukainya, seluruh jabatannya dipreteli hingga ia hanya menjadi seorang karyawan biasa. Tetapi buat dia tidak masalah, karena baginya kerja adalah ibadah. Jabatan dan posisi hanya efek dari keseriusan kita menjalankan ibadah, selain itu gajinya juga tidak berkurang.

Setelah sekian lama, mungkin pemilik baru ini akhirnya kasihan, akhirnya dia diberikan jabatan baru yang terkesan diada-adakan untuk eksekutif seperti dia yaitu yang berkaitan dengan manajemen lingkungan seperti kesehatan dan keselamatan kerja. Tetapi dia ikhlas menjalaninya. Tanpa dinyana, karena dia menjalankan dengan senang hati, jabatannya berkembang dan dia menjadi orang penting yang sering keluar negeri.


Tetapi. badai kembali datang, yang memaksa si eksekutif ini untuk keluar dari perusahaanya tersebut. Dengan perasaan serbaik sangka kepada Allah, dia menerima dengan lapang dada meskipun kini dia seorang pengangguran. Ternyata, jabatan kurang penting tentang manajemen lingkungan yang dulu dipegangnya membawa berkah. Sebuah perusahaan safety international di Amerika Serikat mengontaknya hingga akhirnya dia bekerja di perusahaan tersebut dengan gaji seperempatnya dari gaji yang dulu dia terima, walau begitu gaji yang dia terima dalam bentuk dollar. Rezeki dan nasib tidak bisa diterka, krisis membuat nilai tukar dollar dari Rp. 2500,- menjadi Rp. 15000,- (waktu itu), sehingga gajinya menjadi berkali-kali lipat.

True story ini membuahkan satu kesimpulan. Ada tiga kunci agar orang bisa sukses dalam kehidupan. Kunci-kunci ini disebut sebagai Segitiga Sukses kehidupan.

Segitiga ini berbentuk sama sisi. Dalam beberapa kondisi ia akan menuju ke salah satu sisinya, tapi kemudian akan segera kembali sama sisi dengan tindakan sisi atau sudut lain sebagai penyeimbang. Segitiga ini terdiri atas tiga titik sudut, yaitu Khusnudzan (berbaik sangka),Syukur, dan Sabar.

A. Kunci Pertama KHUSNUDZAN
Menurut sang eksekutif, kunci pertama sukses adalah selalu berprasangka baik kepada Allah. Apapun yang menimpa diri kita, apakah itu baik atau buruk, maka itulah yang terbaik bagi kita menurut-Nya. Bahkan ia tidak perduli lagi apakah yang menimpanya sesuatu yang baik atau buruk, yang ada dalam benaknya adalah berusaha sebaik mungkin dan hanya berharap pahala dari Allah SWT.

B. Kunci Kedua SYUKUR
Apabila sesuatu yang menimpa diri kita sesuai dengan keinginan kta, maka kunci kedua adalah syukur. Syukur karena masih mempunyai gaji meskipun jabatan rendah, sykur atas segala yang dialaminya. Jadi, bentuk syukur manusia adalah dengan mengucapkan terima kasih atau alhamdulillah, kemudian memanfaatkan rezeki ke jalan yang diridhai-nya. Selain itu, dengan bersyukur insya Allah, Allah akan menambah nikmat-Nya.

C. Kunci Ketiga SABAR
Apabila sesuatu yang menimpa diri kita tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kunci ketiga adalah sabar. Kesabaran akan mudah dilakuka bila dikaitkan dengan kunci pertama, yaitu KHUSNUDZAN. Karena di balik semua itu, insya Allah selalu ada hikmah atau kebaikan yang tersembunyi.

Hikmah adalah makna hakiki yang terkandung dalam sebuah peristiwa. Hikmah selalu bernilai positif karena mencerminkan sifat Allah yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Setiap peristiwa ada hkmahnya, ada manusia yang bisa menemukan, ada yang tidak. Kebiasaan mencari hikmah dalam setiap peristiwa juga mempengaruhi mudah tidaknya seseorang mendapatkan hikmah.