08 Juli 2009

Keuntungan Investasi Emas

Rasanya, hampir tak ada wanita yang tak akrab dengan perhiasan emas. Tetapi, seberapa banyak kaum hawa yang memakai perhiasan emas untuk tujuan investasi? Banyak, tentu saja. Ketika berinvestasi, wanita menginginkan suatu produk yang ada wujudnya, bisa dipegang dan dapat dilihat. Itu sebabnya pilihan wanita untuk berinvestasi tak jauh bentuknya dari tabungan, deposito, emas, dan properti.
Emas banyak dipilih sebagai salah satu bentuk investasi karena nilainya cenderung stabil dan naik. Sangat jarang sekali harga emas turun. Dan lagi, emas adalah alat yang dapat digunakan untuk menangkal inflasi yang kerap terjadi setiap tahunnya.
Emas tersedia dalam berbagai macam bentuk, mulai dari batangan atau lantakan, koin emas dan emas perhiasan. Disebut emas batangan karena emas ini berbentuk seperti batangan pipih atau batubata, dimana kadar emasnya adalah 22 atau 24 karat, atau apabila dalam persentase adalah 95% dan 99%. Jenis emas ini adalah yang terbaik untuk investasi karena dimana pun dan kapan pun Anda ingin menjualnya, nilainya akan sama. Nilai ini mengikuti standar internasional yang berlaku nilainya pada hari penjualan lagi.
Kemudian, yang kedua adalah emas koin, dimana bentuk emas seperti ini adalah salah satu bentuk lain dari emas batangan yang sudah dibentuk menjadi koin emas murni. Nilai dan kadarnya pun sama dengan emas batangan. Yang perlu diketahui adalah bahwa emas koin bagus untuk investasi. Namun sayangnya, sekarang emas koin sudah sulit untuk dijumpai lagi di toko-toko emas.
Bagaimana dengan emas perhiasan? Walaupun emas berbentuk perhiasan sangat disukai oleh perempuan, tapi umumnya emas perhiasan kurang baik untuk dijadikan media investasi. Mengapa? Sebab, emas perhiasan membutuhkan jasa pembuatan tertentu untuk bisa memiliki ciri yang khas seperti itu. Itulah sebabnya, emas perhiasan membebankan biaya pembuatan kepada pembelinya.
Sehingga, selain Anda membeli emasnya, Anda juga akan membayar ongkos pembuatan. Belum lagi kalau berbicara mengenai modelnya yang sudah tidak up-to-date lagi alias ketinggalan jaman.
Pedagang di toko emas pun harus siap menanggung ketidakaslian emasnya dan juga turunnya kadar emas tersebut. Jadi, kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut. Itulah sebabnya, emas perhiasan harganya akan turun ketika kita jual.

Emas Untuk Haji
Ada satu lagi yang menarik dari investasi emas, khususnya yang berhubungan dengan ibadah haji. Dulu, biaya untuk pergi haji untuk satu orang, memerlukan dana sekitar 9 jutaan. Saat ini, sudah jumlah tersebut sudah mencapai nilai Rp 27 jutaan.
Sebagai alternatif, Anda bisa juga mempersiapkan dananya melalui emas. Pada awal tahun 1990-an, untuk pergi haji memerlukan 250-300 gram emas. Sedangkan saat ini, cukup dengan 150 gram emas Anda sudah dapat berangkat ke tanah suci. Kenapa begitu? Karena memang harga emas –batangan dan koin emas khususnya– terus meningkat dari tahun ke tahun dan tidak kena imbas inflasi.
Jadi, buat Anda yang punya keinginan untuk membeli emas jenis apapun, pastikan kembali bahwa Anda mendapatkan sertifikat yang berisikan berat dan kadar dari emas tersebut serta bukti pembelian emasnya. Agar lebih yakinnya, khusus untuk emas batangan dan lantakan, di Jakarta, Anda dapat membelinya langsung pada P.T. Aneka Tambang pada unit pengolahan dan pemurnian logam yang berlokasi di Jl. Pemuda, Jakarta Timur. Ukurannya mulai dari berat 2.5, 5 dan 10 gram. Jadi, jangan ragu-ragu, ya, untuk berinvestasi dalam bentuk emas.
Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 1004/XVIII


07 Mei 2009

Bisnis Pulsa

Anda butuh Duit/ uang, butuh penghasilan tambahan, bagaimana dengan bisnis jual pulsa??. Meski kelihatan sepele, bisnis ini sungguh menjanjikan, pemilik hp tiap hari bertambah, mereka butuh pulsa, saya rasa andapun juga butuh pulsa. Klopun tidak untuk dijual anda bisa memakainya untuk mengisi pulsa anda sendiri, anak, suami, ataupun keluarga anda, bahkan teman. Dan pastinya dengan harga yang lebih murah.
Dengan modal 50rbpun anda dapat memulai bisnis ini, anda hanya butuh hp dan kemampuan untuk sms. Mudah bukan. Untuk info lebih lanjut dapat dilihat pada http://www.belajarbisnispulsa.blogspot.com/

29 April 2009

Kreativitas

Rahasia sukses yang tidak kalah pentingnya yaitu, kreativitas!

Apa itu KREATIVITAS?

Saya tidak ingin berteori tentang apa itu kreativitas, cukup lihat analogi di bawah :

Sebatang besi itu harganya US$ 5
Jika Kamu menempa besi itu menjadi sepatu kuda, nilainya meningkat menjadi US$ 10,5
Jika besi itu dibuat jarum, nilainya meningkat menjadi US$ 3.285
Dan jika kamu membuat per (pegas) jam dari besi tersebut maka nilainya menjadi US$ 250.000

Perbedaan antara US$ 5 dengan US$ 250.000 itulah yang
dimaksud dengan kreativitas


Abad ini adalah abad kreativitas. Untuk memenangkan persaingan dalam
segala macam usaha, kunci utamanya adalah kreativitas. John Kao dalam
bukunya “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis” menekankan
perlunya kreativitas dalam berwirausaha.

Jamming memberikan tempat dan wadah bagi wirausahawan untuk memikirkan sesuatu hal yang benar-benar baru. Dengan melakukan
jamming, wirausahawan dapat menciptakan ide-ide kreatif yang bermanfaat
dalam pengembangan usahanya. Ia dapat bermain dengan imajinasinya
bersama teman-teman seprofesi atau lain profesi untuk memikirkan dan
membicarakan ide-ide kreatif, dan kemudian melahirkan inovasi-inovasi
baru. Sebab, keterpakuan wirausahawan dalam melakukan kegiatannya
ternyata dapat menghancurkan usaha. Rutinitas dan batasan-batasan yang
memblokade kegiatan usaha tidak memberikan apa-apa selain kemunduran
usaha itu sendiri.

Manajemen kreativitas bukan berarti melepaskan segala hal yang sudah ada, namun membentuk suatu hal baru untuk dikembangkan kedalam kegiatan usaha yang sudah ada. Perusahaan sekelas Intel, selalu membuat
penghancuran produk-produk lama mereka. Lalu mereka mengganti dengan produk baru yang dilahirkan sebagai hasil dari pemikiran kreatif.
Perusahaan Unilever, yang memproduksi produk perlengkapan mandi, selalu muncul dengan hal-hal baru. Produk lama mereka selalu dihancurkan oleh produk baru yang lebih inovatif.

Mengapa terpaku dalam bentuk usaha yang terjerumus dalam sistem
kemapanan yang membelenggu kelahiran hal-hal kreatif?

Mengapa tidak mencoba memikirkan hal-hal menantang yang belum
terpikirkan sebelumnya?

Bukankah definisi seorang wirausahawan adalah seseorang yang senang
dengan berbagai macam tantangan dan memanfaatkan peluang untuk
berpikir kreatif dalam menjawab tantangan yang dihadapinya tersebut?